Perkembangan masyarakat digital, meningkatnya pluralisme, dan menguatnya skeptisisme terhadap iman Kristen menuntut gereja memiliki paradigma apologetika yang tidak hanya mampu mempertahankan doktrin, tetapi juga menghadirkan kesaksian yang relevan dan transformatif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma apologetika Kristen berdasarkan 1 Petrus 3:15 serta menjelaskan kontribusinya bagi penguatan identitas dan misi gereja kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis teologis terhadap 1 Petrus 3:15 yang didukung berbagai literatur akademik mutakhir mengenai apologetika, eklesiologi, dan Missio Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apologetika menurut 1 Petrus 3:15 merupakan ekspresi kehidupan yang menguduskan Kristus sebagai Tuhan, berakar pada pengharapan Kristen, dan diwujudkan melalui kesaksian yang lemah lembut serta penuh hormat. Penelitian ini juga merekonstruksi paradigma apologetika melalui pergeseran dari pendekatan defensif menuju transformatif, dari rasionalitas semata menuju integrasi karakter dan rasionalitas, serta dari aktivitas individual menuju tanggung jawab eklesial. Paradigma tersebut berkontribusi dalam memperkuat identitas Kristosentris, kesaksian, misi, dan relevansi pelayanan gereja kontemporer.
Copyrights © 2026