Penelitian ini mengkaji intervensi Allah dalam Kejadian 20:1–18 sebagai manifestasi anugerah preventif, khususnya melalui tindakan Allah yang menahan Abimelekh sebelum dosa mencapai aktualisasinya. Penelitian sebelumnya telah membaca Kejadian 20 melalui perspektif etika gender, karakterisasi tokoh, doa syafaat, penyelesaian konflik, dan perjanjian, sedangkan dimensi preventif dari tindakan anugerah Allah belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan dimensi teologis anugerah preventif melalui narasi Abraham, Sara, dan Abimelekh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis naratif dan teologis terhadap perkembangan konflik, beberapa ungkapan penting, intervensi Allah, tanggung jawab moral manusia, kerentanan Sara, batas perkawinan, serta kesinambungan janji perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anugerah Allah bekerja sebelum aktualisasi dosa, melindungi pihak yang rentan, menjaga integritas perkawinan, dan memelihara penggenapan janji Allah. Anugerah preventif dengan demikian merupakan tindakan Allah yang mendahului dan membatasi realisasi dosa sekaligus mengarahkan manusia kepada respons moral yang bertanggung jawab.
Copyrights © 2026