Perkembangan budaya digital dan perubahan sosial menghadirkan tantangan baru bagi pembentukan iman remaja Kristen sehingga Pendidikan Agama Kristen memerlukan paradigma yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan doktrin, tetapi juga transformasi kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi hidup berpusat pada Injil sebagai paradigma formasi iman remaja Kristen serta menjelaskan kontribusinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Kristen di era kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi hidup berpusat pada Injil membentuk transformasi pembelajaran, memperkuat identitas Kristiani, mengembangkan spiritualitas autentik, serta mendorong pembaruan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih transformatif. Paradigma ini memberikan landasan konseptual bagi Pendidikan Agama Kristen yang Kristosentris, kontekstual, dan relevan dalam membentuk remaja yang dewasa dalam iman.
Copyrights © 2026