Bahasa dan sastra local Indonesia memiliki nilai yang sangat tinggi dan harus dijaga dengan baik. Setiap wilayah Indonesia mempunyai berbagai bahasa dari banyak suku, yang menjadi identitas budaya yang bersangkutan. Namun, dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, keberlangsungan dan pelestarian bahasa daerah terancam oleh kemungkinan tergantikan. Penurunan jumlah penutur dan banyaknya pengaruh bahasa asing menjadi tanda utama menurunnya keberadaan bahasa serta sastra lokal. Salah satu langkah untuk menghidupkan kembali semangat bahasa dan sastra lokal adalah dengan menciptakan papan ketik bahasa daerah yang dapat digunakan dengan mudah oleh orang dari berbagai kalangan usia. Sasaran utama dalam pengembangan papan ketik bahasa lokal adalah untuk memeperkenalkan bahasa tersebut, khususnya kepada generasi muda yang mulai terpengaruh oleh globalisasi dan lebih lupa dengan bahasa dan sastra lokal. Papan ketik ini dirancang dengan pendekatan pemprosesan Bahasa alami dan berbasis pada perangkat pintar. Tingkat Kesiapsiagaan Teknologi (TKT) berada di level enam, yang menunjukkan adanya demontrasi model prototipe dari sistem atau subsistem dalam konteks yang relevan. Kata kunci: bahasa dan sastra lokal, globalisasi, dan teknologi informasi
Copyrights © 2025