Penelitian ini menganalisis peran strategis guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menumbuhkan budaya literasi pada siswa di SMAN 4 Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Dengan konteks nasional di mana skor literasi membaca siswa Indonesia masih tergolong rendah, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi inisiatif krusial untuk meningkatkan kemampuan siswa. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran guru PPKn yang secara intrinsik bertanggung jawab membentuk karakter bangsa dapat menjadi fondasi bagi program literasi yang efektif. Menggunakan pendekatan kualitatif naratif, penelitian ini mensintesis pengalaman dan praktik terbaik dari literatur akademis tahun 2020-2024 untuk membangun sebuah narasi komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa peran guru PPKn bersifat multidimensional dan melampaui metode pengajaran konvensional. Peran ini mencakup menjadi teladan dan motivator, perancang kurikulum, inovator pedagogis, dan agen transformasi digital. Melalui penerapan strategi seperti pembelajaran berbasis proyek dan metode Sokratik, tidak hanya meningkatkan literasi baca-tulis tetapi juga keterampilan berpikir kritis, penalaran, dan kemampuan berargumentasi siswa. Keberhasilan pembudayaan literasi sangat bergantung pada sinergi peran guru PPKn dengan dukungan kebijakan sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Copyrights © 2025