Penelitian ini menggali dan merekontruksi nilai-nilai kewarganegaraan yang terinternalisasi dalam praktik agribisnis masyarakat adat. Nilai ini diangkat sebagai narasi lokal untuk memperkuat pendidikan karakter dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan berlokasi di Kampung Adat Cirendeu, Cimahi, Jawa Barat, yang dikenal mempertahankan sistem agribisnis berbasis nilai adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik agribisnis di Cirendeu secara kuat merefleksikan nilai kewarganegaraan seperti gotong royong, tanggung jawab sosial, cinta tanah air, dan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan, yang terwujud dalam seluruh proses dari pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen. Implikasi temuan ini adalah bahwa praktik agribisnis berbasis nilai adat di Cirendeu dapat dijadikan model nyata (living model) untuk sember belajar lokal dalam pendidikan karakter dan kerangka kerja yang berkelanjutan untuk pembangunan desa yang berlandaskan kearifan lokal.
Copyrights © 2025