Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMP Negeri 2 Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam empat dimensi utama, yaitu perencanaan program inklusif, pengorganisasian sumber daya secara kolaboratif, pelaksanaan supervisi pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang menanamkan nilai empati dan penghargaan terhadap keberagaman. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang adaptif, partisipatif, dan kontekstual dalam mengintegrasikan kebijakan, praktik pembelajaran, dan budaya sekolah. Secara konseptual, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Pendidikan Kewarganegaraan dengan menegaskan bahwa implementasi pendidikan inklusif di sekolah merupakan bagian dari praktik pendidikan demokratis yang menumbuhkan nilai kesetaraan, penghargaan terhadap keberagaman, dan keadilan sosial dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026