Muhammad Asrori
Universitas Tanjungpura

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Isa Isa; Muhammad Asrori; Rini Muharini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4175

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menguraikan peranan kepala sekolah SD Islam AL Azhar 21 Pontianak dalam implementasi kurikulum.  Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menyelidiki profesionalisme pimpinan sekolah dalam implementasi penerapan kurikulum merdeka. Adapun jenis penelitian ini adalah  kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis fenomenologis. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru pelaksana kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka membuat guru lebih professional melalui berbagai macam pembinaan dan pelatihan. Kepala sekolah melaksanakan peranannya menjadi mediator dan motivator keikutsertaan guru dalam pelatihan kurikulum. Kepala sekolah juga berperan sebagai partisipator dalam rapat atau diskusi secara rutin. Kepala sekolah juga sebagai supervisor dan evaluator dalam implementasi kurikulum merdeka. Faktor yang dihadapi kepala sekolah adalah kurang lancarnya jaringan internet sebagai sarana untuk kelancaran guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Hasil yang diharapkan teori-teori dalam penelitian menjadi bahan pertimbangan kepala sekolah untuk mengambil keputusan dalam menjawab permasalahan dan peningkatan kualitas atau mutu pendidikan melalui implementasi kurikulum merdeka.
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Isa Isa; Muhammad Asrori; Rini Muharini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4175

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menguraikan peranan kepala sekolah SD Islam AL Azhar 21 Pontianak dalam implementasi kurikulum.  Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menyelidiki profesionalisme pimpinan sekolah dalam implementasi penerapan kurikulum merdeka. Adapun jenis penelitian ini adalah  kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis fenomenologis. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru pelaksana kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka membuat guru lebih professional melalui berbagai macam pembinaan dan pelatihan. Kepala sekolah melaksanakan peranannya menjadi mediator dan motivator keikutsertaan guru dalam pelatihan kurikulum. Kepala sekolah juga berperan sebagai partisipator dalam rapat atau diskusi secara rutin. Kepala sekolah juga sebagai supervisor dan evaluator dalam implementasi kurikulum merdeka. Faktor yang dihadapi kepala sekolah adalah kurang lancarnya jaringan internet sebagai sarana untuk kelancaran guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Hasil yang diharapkan teori-teori dalam penelitian menjadi bahan pertimbangan kepala sekolah untuk mengambil keputusan dalam menjawab permasalahan dan peningkatan kualitas atau mutu pendidikan melalui implementasi kurikulum merdeka.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK WDEP (WANT, DIRECTION, EVALUATION, PLANNING) UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR PESERTA DIDIK Desi Milasari; Muhammad Asrori; Luhur Wicaksono
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 4 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i4.524-533

Abstract

Tanggung jawab belajar adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memenuhi kewajiban dalam belajarnya, seperti menyelesaikan tugas-tugas dalam belajar dengan melakukan usaha yang maksimal dan mau menerima segala akibatnya. Secara umum penelitian ini bertujuan mengumpulkan informasi obyektif tentang efektivitas kegiatan konseling kelompok menggunakan teknik WDEP dalam meningkatkan rasa tanggung jawab belajar peserta didik pada kelas VIII di SMP Negeri 9 Pontianak. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian merupakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental design dan menggunakan bentuk one-group pretest-posttest design. Metode untuk mengumpulkan adalah memakai angket dengan instrumen pengumpulan data Angket Tanggung Jawab Belajar. Jumlah sampel penelitian sebanyak enam orang peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji Paired Sample T-Test dengan bantuan program SPSS for windows versi 25. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan konseling kelompok menggunakan teknik WDEP efektif untuk meningkatkan tanggung jawab belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Pontianak, dengan hasil analisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test mendapatkan nilai t-test sebesar -12,464 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05.
Keefektifan Teknik Sosiodrama dalam Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Evita Mullya; Muhammad Asrori; Halida
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i1.3185

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of sociodrama techniques in group counseling to improve interpersonal communication among students at Kemala Bhayangkari 1 Junior High School in Kubu Raya. This study uses a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of eight students with very low interpersonal communication skills were sampled in this study. The instrument used in this study was an interpersonal communication questionnaire. The results showed that the average questionnaire score of students before receiving the service was in the very low category with an average percentage of 64%, and after receiving the service, it became 78%, which was in the very high category. From the hypothesis testing results using a paired sample t-test assisted by the SPSS for Windows ver.27 program, a sig. (2-tailed) value of 0.000<0.05 was obtained. Therefore, h0 was rejected and ha was accepted, which means that there was an increase in interpersonal communication skills among students before and after the service was provided. It can be concluded that group counseling services using the sociodrama technique are effective in improving the interpersonal communication of students at SMP Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya.