Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai kebangsaan dan kearifan lokal Mapalus dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai strategi penguatan civic disposition mahasiswa PPKn di Universitas Negeri Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama proses pembelajaran, dan studi dokumentasi terhadap RPS, bahan ajar, serta aktivitas evaluasi pembelajaran. Informan penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswa PPKn yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mapalus yang paling relevan dengan penguatan civic disposition meliputi solidaritas sosial, tanggung jawab kolektif, musyawarah, kesetaraan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Integrasi nilai tersebut dilakukan melalui tiga bentuk utama, yaitu internalisasi nilai Mapalus dalam perencanaan pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran kolaboratif dan reflektif berbasis kearifan lokal, serta evaluasi autentik terhadap sikap dan partisipasi kewarganegaraan mahasiswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran PKn berbasis Mapalus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam diskusi, lebih terbuka terhadap perbedaan, lebih bertanggung jawab dalam kerja kelompok, serta lebih mampu menghubungkan identitas lokal Minahasa dengan nilai kebangsaan Indonesia. Dengan demikian, Mapalus dapat diposisikan sebagai sumber pedagogis-kultural yang relevan dalam membangun pembelajaran kewarganegaraan yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pembentukan watak kewarganegaraan.
Copyrights © 2026