Transformasi pendidikan abad ke-21 menempatkan literasi digital sebagai kompetensi strategis dalam membentuk peserta didik yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, kecerdasan buatan, dan sumber belajar digital mendorong pentingnya integrasi literasi digital pada seluruh mata pelajaran, termasuk Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, mengidentifikasi strategi guru dalam integrasi media digital, serta menganalisis dampaknya terhadap budaya literasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif melalui narrative synthesis. Data diperoleh dari artikel ilmiah, jurnal terindeks Scopus, jurnal terakreditasi SINTA, buku akademik, dan publikasi ilmiah periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi digital melalui QR Code, e-book, platform pembelajaran daring, media interaktif, dan literasi informasi mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis, partisipasi digital, etika bermedia, serta budaya literasi siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi penguatan budaya literasi dan pembentukan kewarganegaraan digital.
Copyrights © 2026