Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potensi sejarah lokal sebagai sumber belajar bagi siswa SMA di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus ganda (multiple case study) yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Paloh, Kabupaten Sambas, dan SMA Negeri 1 Entikong, Kabupaten Sanggau. Sumber data meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru sejarah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah perbatasan Kalimantan Barat memiliki potensi sejarah lokal berupa situs bersejarah, warisan budaya, tradisi masyarakat, dan peristiwa historis yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual. Pemanfaatan sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap lingkungan sosial-budaya, memperkuat kesadaran sejarah, menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah, serta meningkatkan wawasan kebangsaan.
Copyrights © 2026