Untuk membangun khazanah keislaman yang dinamis, yakni pemahaman Islam yang adaptif terhadap konteks ruang dan waktu, guru PAI perlu menguasai keterampilan menulis secara mandiri (autodidak). Aktivitas membaca dan menulis merupakan fondasi awal peradaban manusia dan menjadi prioritas utama dalam gerakan literasi nasional (GLN), sebelum literasi numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Kegiatan menulis juga merupakan warisan intelektual yang mendukung pengembangan kompetensi guru. Artikel ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan analisis konten deskriptif terhadap sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan artikel relevan. Jenis tulisan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan menulis guru PAI antara lain diari, puisi, cerpen, berita, dan artikel opini. Penguasaan keterampilan ini dapat ditempuh melalui pelatihan langsung atau belajar mandiri melalui buku, situs web, dan tutorial digital.
Copyrights © 2025