Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kerapkali masih berada dalam pendekatan konvensional yang bersifat dogmatis dan teosentris, sehingga kurang mampu menjawab tantangan karakter peserta didik saat ini. Kehadiran Kurikulum Berbasis CINTA pada 2025 membuka angin segar sebagai solusi untuk merekonstruksi kurikulum bagi peserta didik di Indonesia. Meskipun demikian, transformasi kurikulum dari Kurikulum Merdeka menjadi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik yang mengajarkan mata pelajaran PAI. Maka dari itu, diperlukan sebuah transformasi dalam pendidikan yang mampu menjadikan materi PAI lebih hidup, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari peserta didik salah satunya dengan merelevansikan model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi empat model pembelajaran inovatif: Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Inquiry-Based Learning, dan Cooperative Learning dalam rangka mewujudkan prinsip-prisip Kurikulum Berbasis Cinta pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: model PBL relevan dengan prinsip KBC berupa cinta pada sesama dan lingkungan; model PjBL berusaha untuk memprioritaskan aspek afektif dan spiritual dibandingkan kognitif. Model CL relevan dengan prinsip cinta kepada Allah dan agama yang dianut serta menumbuhkan sikap religius. Sementara itu, IBL relevan dengan prinsip KBC yang mempriotitaskan hablumminallah dan habluminannas.
Copyrights © 2026