Integrasi nilai keislaman dan kearifan lokal dalam kurikulum madrasah merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun pendidikan yang mampu menghasilkan peserta didik yang religius, berkarakter, dan memiliki kesadaran budaya. Di tengah arus globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, madrasah menghadapi tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya lokal sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi nilai keislaman dan kearifan lokal dalam kurikulum madrasah, implementasinya dalam proses pembelajaran, serta berbagai tantangan dan strategi penguatannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan mengenai pendidikan Islam, kurikulum madrasah, pendidikan berbasis kearifan lokal, dan penguatan karakter peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai keislaman dan kearifan lokal dapat dilakukan melalui pengembangan tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, serta kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Nilai-nilai Islam seperti ta'awun, syura, amanah, dan akhlakul karimah dapat diintegrasikan dengan berbagai bentuk kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, sopan santun, dan pelestarian lingkungan. Implementasi integrasi tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh globalisasi, keterbatasan kompetensi guru, minimnya sumber belajar berbasis budaya lokal, serta kurangnya kolaborasi antara madrasah dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui peningkatan kompetensi guru, pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal, penguatan kemitraan dengan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pelestarian dan pengembangan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Integrasi nilai keislaman dan kearifan lokal diharapkan mampu menjadi landasan dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas religius dan budaya.
Copyrights © 2026