Perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, globalisasi, dan modernisasi telah mengubah cara manusia memahami realitas kehidupan, termasuk cara memaknai keberadaan Tuhan, hubungan agama dengan akal, serta posisi nilai-nilai spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan modern yang semakin kompleks dan dinamis. Perbedaan pandangan yang berkembang dalam berbagai aliran filsafat, seperti rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, positivisme, dan postmodernisme, melahirkan beragam paradigma dalam menjelaskan konsep ketuhanan, argumen keberadaan Tuhan, problem kejahatan, serta relasi antara agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas filsafat ketuhanan maupun aliran-aliran filsafat secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer dalam satu kerangka analisis yang komprehensif, sistematis, dan relevan bagi pengembangan pendidikan serta kehidupan modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer, mengevaluasi kontribusi berbagai aliran filsafat terhadap pemahaman konsep ketuhanan, serta menjelaskan relevansinya dalam membangun paradigma berpikir kritis pada era modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar, Garuda, dan Scopus, yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebelum dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa argumen ontologis, kosmologis, dan teleologis tetap memiliki relevansi filosofis, sedangkan perkembangan aliran filsafat modern memperkaya cara memahami relasi antara Tuhan, manusia, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial secara lebih kritis serta kontekstual. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi filsafat ketuhanan dengan pemikiran kontemporer dapat memperkuat pengembangan pendidikan, meningkatkan literasi filosofis, menumbuhkan sikap reflektif, serta membangun karakter yang mampu merespons tantangan global secara rasional dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa filsafat ketuhanan tetap memiliki posisi strategis sebagai landasan konseptual dalam memahami dinamika pemikiran kontemporer serta mengembangkan paradigma keilmuan yang seimbang antara rasionalitas, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Copyrights © 2026