Rendahnya literasi akademik siswa masih menjadi tantangan penting dalam dunia pendidikan, yang ditunjukkan oleh lemahnya kemampuan membaca kritis, menulis akademik, berpikir reflektif, serta menyusun argumentasi ilmiah secara logis dan sistematis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir mendalam sebagai fondasi pembelajaran abad ke-21. Dalam konteks ini, filsafat memiliki peran strategis karena mampu membentuk pola pikir rasional, kritis, reflektif, dan analitis yang mendukung penguatan literasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pemikiran filsafat dalam penguatan literasi akademik siswa melalui kajian konseptual terhadap berbagai aliran filsafat dan relevansinya dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pemikiran filsafat, khususnya rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, dan postmodernisme, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membaca analitis, menulis argumentatif, serta mengevaluasi informasi secara objektif. Dengan demikian, integrasi pemikiran filsafat dalam proses pendidikan dapat menjadi landasan penting dalam memperkuat kompetensi akademik siswa, membangun budaya literasi yang lebih berkualitas, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat modern.
Copyrights © 2026