kompetensi literasi Al-Qur’an merupakan fondasi krusial bagi peserta didik, namun dinamika di lapangan masih mengindikasikan adanya hambatan metodologis dan teknis dalam penguasaannya. Penelitian ini bertujuan mengelaborasikan signifikansi peran pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengeskalasi kecakapan membaca dan menulis Al-Qur’an, sekaligus mengidentifikasi determinan eksternal maupun internal yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap subjek terkait. Hasil riset mengonfirmasikan bahwa manifestasi peran instruksional pendidik mencakup fungsi edukator, mentor, motivator, fasilitator, dan evaluator. Strategi intervensi diimplementasikan melalui bimbingan individual, pengajaran bergradasi, serta optimalisasi media variatif secara berkesinambungan. Profil kemampuan teologis siswa tergolong moderat, dengan estimasi enam puluh persen sampel mencapai indikator kelancaran, sementara sisanya memerlukan pendampingan afektif. Faktor akseleratif bersumber dari kecukupan sarana prasarana sekolah dan internalisasi kultur religius institusi. Sebaliknya, hambatan utama dipicu oleh minimnya kontinuitas pembelajaran di lingkungan domestik serta rendahnya efikasi diri operasional pada sebagian peserta didik.
Copyrights © 2026