Evaluasi merupakan salah satu komponen penentu keberhasilan proses pendidikan, termasuk dalam kerangka pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep evaluasi pembelajaran dengan bersandar pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah, sekaligus menelaah bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan pada konteks pendidikan masa kini. Penulisan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-kualitatif, dengan menelaah literatur berupa buku dan artikel jurnal terakreditasi terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam tidak semata berfungsi sebagai pengukuran capaian akademik, melainkan merupakan wujud dari konsep hisab dan muhasabah yang menyasar pertumbuhan iman, akhlak, dan amal peserta didik secara utuh. Evaluasi yang ideal berpijak pada prinsip istiqamah (berkesinambungan), kaffah (menyeluruh), 'adalah (objektif dan adil), serta bersifat mendidik. Objeknya mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan metode yang beragam mulai dari observasi, dialog, tes, penugasan, hingga evaluasi diri. Di tengah tantangan era digital berupa krisis integritas akademik dan dominasi penilaian berbasis angka, penilaian otentik yang dipadukan dengan nilai ihsan serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi solusi strategis untuk mengembalikan evaluasi pada tujuan hakikinya, yaitu membentuk pribadi yang cerdas sekaligus bertakwa.
Copyrights © 2026