Islamophobia merupakan fenomena global yang semakin menguat pasca tragedi 11 September 2001, ditandai dengan meningkatnya stereotip, diskriminasi, dan kekerasan terhadap umat Muslim di berbagai belahan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan akar historis Islamophobia, perkembangannya di era modern, tantangan identitas Muslim kontemporer, serta strategi yang dapat ditempuh dalam menghadapinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islamophobia tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari benturan historis antara dunia Islam dan Barat, pengaruh orientalisme, serta konstruksi media yang sistematis. Di era kontemporer, umat Muslim menghadapi tantangan identitas yang kompleks, mulai dari tekanan asimilasi, krisis identitas generasi muda Muslim di negara minoritas, hingga stigmatisasi simbol-simbol keislaman. Untuk menghadapi fenomena ini, diperlukan strategi terpadu yang mencakup penguatan pendidikan Islam moderat, optimalisasi dakwah digital, serta advokasi kebijakan berbasis dialog antaragama dan koalisi lintas identitas.
Copyrights © 2026