Perkembangan teknologi digital mengubah secara signifikan cara lembaga pendidikan Islam menjalankan fungsinya di Indonesia. Artikel ini bertujuan mengkaji eksistensi lembaga pendidikan Islam serta strategi yang dapat ditempuh untuk memperkuat keberadaannya di tengah arus digitalisasi. Kajian disusun melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren, madrasah, sekolah Islam terpadu, hingga perguruan tinggi Islam, tetap memiliki kedudukan penting dalam sistem pendidikan nasional, namun menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan tuntutan modernisasi manajemen. Strategi penguatan eksistensi yang teridentifikasi meliputi transformasi digital pembelajaran, penguatan literasi digital pendidik dan peserta didik, integrasi kurikulum berbasis teknologi, modernisasi tata kelola, serta penguatan karakter Islami dalam ruang digital. Simpulan kajian menegaskan bahwa adaptasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman menjadi kunci keberlanjutan lembaga pendidikan Islam pada masa mendatang.
Copyrights © 2026