Penelitian ini mengkaji peran jaringan sosial (social network) santri dan alumni pondok pesantren dalam mendorong mobilitas pendidikan melalui pendekatan qualitative library research. Menggunakan kerangka teori Granovetter tentang strength of ties, konsep modal sosial Bourdieu, dan analisis structural holes Burt, kajian ini mensintesis korpus literatur relevan untuk menghasilkan model pemahaman konseptual yang komprehensif. Hasil kajian mengungkap tiga temuan utama: pertama, pesantren secara struktural berfungsi sebagai mesin produksi modal sosial berlapis melalui ekosistem komunal-residensialnya; kedua, jaringan sosial pesantren dikonversi secara aktif menjadi akses peluang pendidikan melalui mekanisme bonding, bridging, dan linking capital; ketiga, kiai berperan sebagai broker structural hole yang menjembatani santri dengan institusi eksternal, dimediasi oleh otoritas spiritual personal. Efektivitas jaringan bersifat diferensial, dipengaruhi skala pesantren, keseimbangan tipe modal sosial, dan kesenjangan gender. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren adalah infrastruktur mobilitas sosial yang selama ini undervalued dalam kebijakan pendidikan nasional.
Copyrights © 2026