Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang menjadi identitas bangsa. Namun, pada kenyataannya, tidak semua generasi muda mengenal dan memahami kekayaan budaya tersebut. Pendidikan berbasis kebudayaan lokal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta membangun karakter peserta didik. Salah satu contoh kebudayaan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah tradisi Rasulan di Desa Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, yang merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang memengaruhi pola pikir masyarakat, tradisi ini tetap dijalankan dengan penuh antusiasme. Oleh karena itu, kebudayaan lokal perlu diintegrasikan dalam lingkungan sekolah melalui pendidikan karakter, kegiatan literasi, dan aktivitas ekstrakurikuler. Pendidikan berbasis kebudayaan lokal diharapkan mampu memperkuat identitas nasional, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menjadi sarana pemersatu bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Copyrights © 2026