cover
Contact Name
Heru Mustofa
Contact Email
labiqajournal@gmail.com
Phone
+6289516793068
Journal Mail Official
labiqajournal@gmail.com
Editorial Address
PT LABIQA NASHA MULTIKARYA Alamat: Jl. Raya Cisauk Lapan, Suradita, Kec. Cisauk Kabupaten Tangerang, Banten 15343
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
LABIQA: Journal of Education and Learning
ISSN : -     EISSN : 31248888     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
LABIQA: Journal of Education and Learning focuses on the publication of high-quality research and scholarly works in the field of education and learning. The journal aims to contribute to the development of educational theory, practice, and innovation through empirical research and conceptual studies. The journal welcomes research covering pedagogy and learning theories, curriculum design and development, teaching and learning strategies and methods, educational technology and digital learning, assessment and evaluation, teacher education and professional development, educational management and leadership, inclusive and special needs education, educational innovation and best practices, as well as educational issues at all levels, including early childhood, primary, secondary, and higher education. The journal also encourages interdisciplinary and innovative studies that contribute to improving the quality, effectiveness, and relevance of education and learning in response to contemporary educational challenges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Strategi Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Lili Nurlaili; Juan Ferdinan Sitanggang
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu proses pembentukan terhadap peserta didik yang mengedepankan keinginan secara sadar bagi peserta didik dalam berpilaku. Masalah karakter menjadi perihal yang rumit jika tidak dilakukan dan didorong oleh konsistensi pendidik dalam menciptakan karakter peserta didiknya. Karena, sumber daya manusia turut menentukan bagaimana kondisi kemajuan suatu bangsa. Tujuan Pendidikan Nasional bangsa Indonesia menjadi rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan Pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan Pendidikan Nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dengan menggunakan studi literatur, melalui teknik pengumpulan data, daftar pustaka, membaca, mengkaji, mencatat dan mengelola apa yang dikaji, bahwa pendidikan bukan proses yang cepat, tetapi proses yang membutuhkan daya dan dukungan dari setiap komponen masyarakat.
Pengembangan Model Inquiry Untuk Meningkatkan Keterampilan  Pemecahan Masalah Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Geometri Ruang Dimensi Tiga Di SMA Septiyono Rochadi Wibowo
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukti numerik merupakan salah satu perspektif yang harus diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar matematika di sekolah. Salah satu kendala yang menghambat pemahaman tentang perhitungan adalah kesulitan membangun konfirmasi. Materi kegiatan belajar mengajar tertentu belum dapat diakses. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu bahan ajar kegiatan belajar mengajar verifikasi numerik dengan menggunakan model Directed Request. Eksplorasi ini merupakan penelitian formatif dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu tahap Examine, Plan, Advancement, Execution, serta Assessment. Subjek tes coba dalam tinjauan ini adalah satu kelas siswa kelas 12 di salah satu sekolah menengah atas di Banda Aceh. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh bahwa bahan ajar yang terdiri dari contoh rencana, LKS, hadiah, serta tes diurutkan sebagai sah, bermanfaat, serta berhasil. Rekomendasi penelitian ini adalah bahan ajar dapat dilaksanakan untuk menunjukkan bukti numerik di sekolah menengah atas.
Penguatan Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Siti Sakinahria
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat merdeka belajar merupakan kemerdekaan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Paradigma pendidikan modern menyatakan guru seharusnya disegani karena keilmuannya, kompetensinya dan terutama karena kepribadiannya. Sehingga ia layak dinyatakan sebagai seorang guru yakni orang yang layak digugu dan ditiru. Penelitian ini untuk mencoba menjelaskan bagaimana konsep dan makna merdeka belajar dan juga peran guru didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Terdapat empat pedoman dalam merdeka. Diantaranya, ujian sekolah berstandar nasional yang dilakukan sekolah, evaluasi kemampuan minimal dan evaluasi kepribadian, penyederhanaan RPP, dan sistem zona bagi penerimaan siswa baru. (2) Makna merdeka belajar antara lain kebebasan untuk berpikir, kebebasan untuk berinovasi, kemandirian belajar kreatif, dan kebebasan untuk bergembira. (3) Peran guru dalam merdeka belajar sebagai, fasilitator pembelajaran mandiri, guru inovatif dan kreatif, guru dengan karakteristik guru, dan guru penggerak. Berdasarkan hal ini, maka penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman akan pentingnya merdeka belajar dan peran guru dalam merdeka belajar membuat guru dan siswa lebih mandiri, lebih inovatif dan kreatif dalam berpikir, dan bahagia dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap Sikap Peserta Didik Dalam Interaksi Sosial Di SMAS PGRI 117 Kota Tangerang Amanda Putri Fatihah; Eti Hayati
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini memiliki sasaran untuk mengkaji pengaruh bagaimana TikTok mempengaruhi sikap interaksi sosial peserta didik SMAS PGRI 117 Kota Tangerang. Latar belakangnya adalah perubahan pola interaksi remaja—dari komunikasi langsung ke simbolik digital—akibat kemajuan teknologi. Penelitian ini menerapkan teknik kuantitatif korelasional dengan melibatkan total 90 partisipan dipilih berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling), di mana angka dikumpulkan menggunakan formulir tanggapan (kuesioner) dan dikaji melalui uji korelasi Pearson. Didapatkan hasil yang mengindikasikan adanya keterkaitan (atau asosiasi) positif yang kuat dan memiliki keterkaitan yang berarti antara pemanfaatan TikTok dan sikap interaksi sosial (r=0,750; p=0,000). Disimpulkan bahwa intensitas penggunaan TikTok yang lebih tinggi berkorelasi dengan sikap interaksi sosial yang lebih positif. Oleh karena itu, peserta didik dianjurkan untuk pemanfaatan TikTok untuk hal-hal yang produktif demi memelihara etika komunikasi tatap muka.
Peran Penguatan Pendidikan Karakter dalam Mencegah dan Menangani Tawuran Pelajar di SMK Ganesa Depok Nurfaizal Rosyid; Nurdiyana Nurdiyana
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tawuran pelajar masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan karena mencerminkan lemahnya pengendalian diri, rendahnya kesadaran moral, serta kurang optimalnya pembinaan karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Permasalahan ini juga terjadi di SMK Ganesa Depok, sehingga diperlukan strategi preventif dan kuratif yang berbasis pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penguatan pendidikan karakter dalam mencegah dan menangani tawuran pelajar di SMK Ganesa Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, observasi aktivitas sekolah, serta analisis dokumen pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran, keteladanan pendidik, budaya sekolah, dan pembinaan siswa berperan penting dalam menekan perilaku tawuran dengan menumbuhkan nilai disiplin, tanggung jawab, empati, dan pengendalian diri. Meskipun demikian, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga dan pergaulan siswa di luar sekolah. Kesimpulannya, pendidikan karakter merupakan pendekatan strategis dalam pencegahan dan penanganan tawuran pelajar apabila dilaksanakan secara konsisten dan kolaboratif. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat guna mendukung keberlanjutan pembinaan karakter peserta didik
Pengaruh Era Digital Terhadap Pendidikan Di Indonesia Aulia Rahma
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan di Indonesia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong terjadinya transformasi sistem pendidikan dari pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis digital yang lebih fleksibel, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan tidak hanya memengaruhi metode dan media pembelajaran, tetapi juga berdampak pada peran guru, peserta didik, serta pola interaksi dalam proses belajar mengajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh era digital terhadap pendidikan di Indonesia dengan meninjau peluang, tantangan, serta implikasinya terhadap kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan pendidikan dan perkembangan teknologi digital. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran yang sistematis mengenai dampak era digital terhadap dunia pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital memberikan dampak positif terhadap pendidikan, antara lain meningkatkan akses terhadap sumber belajar, memperluas kesempatan belajar tanpa batas ruang dan waktu, serta mendorong inovasi dalam strategi dan media pembelajaran. Selain itu, teknologi digital mampu meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik melalui penyajian materi yang lebih menarik dan variatif. Namun demikian, implementasi pendidikan di era digital juga menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan akses teknologi dan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, serta rendahnya kompetensi digital sebagian tenaga pendidik. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dan berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan guna meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia.
Peran Kepala Sekolah Dalam Usaha Meningkatkan Kedisiplinan Guru Sekolah Dasar Kiki Ristiah
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan guru merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar. Guru yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi akan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal, sehingga berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab dalam membina, mengarahkan, serta mengawasi kedisiplinan guru di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala sekolah dalam usaha meningkatkan kedisiplinan guru sekolah dasar ditinjau dari aspek kepemimpinan, manajerial, dan supervisi akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta artikel daring yang relevan dengan topik kepemimpinan kepala sekolah dan kedisiplinan guru. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan peran kepala sekolah dalam membangun budaya disiplin di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting sebagai pemimpin (leader) yang memberikan keteladanan, motivasi, dan arahan kepada guru, sebagai administrator yang mengelola sistem dan aturan sekolah secara tertib, serta sebagai supervisor yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja guru. Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru dilakukan melalui perencanaan kebijakan disiplin, pelaksanaan supervisi pembelajaran, pemberian sanksi dan penghargaan secara proporsional, serta pembinaan berkelanjutan. Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang profesional dan konsisten, budaya disiplin guru dapat terbentuk dengan baik, sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
Pentingnya Pendidikan Berbasis Kebudayaan Lokal di Lingkungan Sekolah Risal Risal
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang menjadi identitas bangsa. Namun, pada kenyataannya, tidak semua generasi muda mengenal dan memahami kekayaan budaya tersebut. Pendidikan berbasis kebudayaan lokal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta membangun karakter peserta didik. Salah satu contoh kebudayaan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah tradisi Rasulan di Desa Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, yang merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang memengaruhi pola pikir masyarakat, tradisi ini tetap dijalankan dengan penuh antusiasme. Oleh karena itu, kebudayaan lokal perlu diintegrasikan dalam lingkungan sekolah melalui pendidikan karakter, kegiatan literasi, dan aktivitas ekstrakurikuler. Pendidikan berbasis kebudayaan lokal diharapkan mampu memperkuat identitas nasional, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menjadi sarana pemersatu bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepemimpinan Adaptif Kepala Sekolah Dalam Mengelola Krisis Dan Ketidakpastian Organisasi Pendidikan Kahfi Pratama; Indah Tatika; Ismadini; Hafsah Maryam
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 1 (2026): LABIQA : Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis dan ketidakpastian dalam organisasi pendidikan, seperti perubahan kebijakan, dinamika sosial, serta disrupsi teknologi, menuntut kepala sekolah memiliki kemampuan kepemimpinan yang adaptif dan responsif. Kepemimpinan adaptif menjadi pendekatan penting karena menekankan fleksibilitas, ketanggapan terhadap perubahan, serta kemampuan menjaga stabilitas organisasi di tengah tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan adaptif kepala sekolah dalam mengelola krisis dan ketidakpastian organisasi pendidikan serta mengidentifikasi strategi yang efektif dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian sistematis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan, dengan proses seleksi dan analisis berdasarkan kriteria tertentu untuk memastikan kualitas dan relevansi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan organisasi sekolah, memperkuat komunikasi dan kolaborasi internal, serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi krisis. Selain itu, budaya organisasi yang terbuka terhadap perubahan menjadi faktor pendukung utama keberhasilan kepemimpinan adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif merupakan elemen strategis dalam menjaga keberlanjutan dan efektivitas organisasi pendidikan di tengah kondisi yang tidak menentu.
Strategi Manajemen Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kualitas Guru PAUD di Kota Tangerang Selatan Suwandi; Rabiatul Adawiyah; Astri Ardila Susanti
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga PAUD di Kota Tangerang Selatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi yang dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas guru PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah melaksanakan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas guru PAUD, antara lain melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru, peningkatan kualifikasi pendidikan, penguatan akreditasi lembaga PAUD, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti HIMPAUDI. Berbagai program tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik serta memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kualitas guru PAUD memerlukan dukungan kebijakan yang terintegrasi, manajemen pendidikan yang efektif, serta sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi.

Page 1 of 2 | Total Record : 19