Tidak semua anak beruntung hidup dalam kehangatan kasih sayang orangtua dan keluarga kandungnya, banyak juga anak yang diabaikan, dititipkan pada keluarga lain (nenek, bibi dll) bahkan ditelantarkan sehingga hidup dijalanan atau dibuang oleh keluarganya. Sehingga pengasuhannya dialihkan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Di dalam panti anak diatur oleh nilai-nilai, kewajiban dan syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh semua penghuninya. Anak akan diatur mulai dari pagi hari saat bangun tidur hingga akan tidur lagi dimalam hari. Sehingga dibutuhkan strategi dalam menerapkan kedisiplinan sosial di lingkungan panti agar semua anak bisa mematuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengurus panti dalam menerapkan kedisiplinan sosial pada anak asuh. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dengan purposive sampling yang terdiri dari 1 pengasuh, 3 kakak asuh dan 3 anak asuh. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa Panti Kasih Ibu Asiyiyah menerapkan kedisipinan sosial dengan 4 cara yaitu melalui pembiasaan, role modelling atau teladan, pengawasan atau kontrol dan penyadaran kewajiban. Penerapan kedisiplinan ini menghadapi berbagai hambatan dikarenakan perbedaan karakter anak dampak dari pola asuh keluarga dirumah yang tidak dibiasakan dengan peraturan dan pembatasan, adanya trauma pada anak dan pengaruh lingkungan.
Copyrights © 2026