Ketidaksesuaian antara volume produksi dan permintaan pasar merupakan permasalahan utama yang dihadapi Smart Screen House Sukoati Farm sepanjang tahun 2025, ditandai dengan kondisi kelebihan pasokan pada semester pertama dan kekurangan pasokan pada semester kedua. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perencanaan produksi masih bertumpu pada perkiraan manual yang rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permintaan melon premium serta menentukan metode peramalan kuantitatif dengan tingkat akurasi tertinggi sebagai dasar penyusunan rencana produksi. Data yang digunakan adalah data runtunawaktu volume permintaan melon bulanan periode Januari hingga Desember 2025. Penelitian ini menerapkan dua metode peramalan runtun waktu (time series), yaitu moving average (n=3) dan exponential smoothing (α=0,1 dan α=0,5). Tingkat akurasi peramalan diukur menggunakan tiga indikator kesalahan, yaitu MAD, MSE, dan MAPE. Hasil analisis menunjukkanabahwa pola permintaan melon premium di SukoatiaFarm bersifat trend naik dengan puncak permintaan terjadi pada bulan Mei dan Desember. Berdasarkan perbandingan nilai galat ketiga metode, exponential smoothing dengan α=0,5 terpilih sebagai metode terbaik dengan nilai MAD sebesar 175,595, MSE sebesar 42.823,27, dan MAPE sebesar 2,095%, yang tergolong dalam kategori akurasi sangat baik. Proyeksi permintaan melon premium untuk periode berikutnya berdasarkan metode terpilih adalah sebesar 8.697 Kg, yang selanjutnya direkomendasikan sebagai acuan dalam penyusunan rencana produksi Smart Screen House Sukoati Farm.
Copyrights © 2026