Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai pembentukan karakter yang terdapat dalam kurikulum Merdeka. Diharapkan bahwa kurikulum ini akan menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan, perilaku yang baik, serta bertutur kata dan bertindak dengan etika yang luhur, selaras dengan harapan besar bangsa Indonesia. Sekolah-sekolah, sebagai institusi edukasi, harus mempraktikkan pembinaan karakter tersebut sesuai dengan prinsip profil pelajar Pancasila yang terintegrasi dalam kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik analisis literatur, di mana peneliti memanfaatkan berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan observasi mutakhir untuk dijadikan acuan. Hasil dari studi ini menandakan bahwa pengasuhan karakter dalam proses belajar-mengajar perlu diinfiltrasi ke dalam semua aspek kurikulum, meliputi mata pelajaran, pengembangan pribadi, dan budaya sekolah. Ada dua dimensi utama dalam pengembangan nilai karakter pada siswa, yaitu spiritual dan sosial. Dimensi spiritual berkaitan dengan penerapan keyakinan agama dan sosial mencakup perilaku seperti kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kesantunan, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain. Proses pembinaan karakter siswa bisa melalui tiga langkah yang meliputi 1) pengetahuan (knowing), 2) tindakan (acting), dan 3) pembentukan kebiasaan (habit).
Copyrights © 2023