Hermeneutika Dilthey adalah suatu pendekatan dalam memahami teks, terutama teks sastra dan sejarah, yang menekankan pada pemahaman tentang pengalaman hidup (Erlebnis), ekspresi (Ausdruck), dan pemahaman (Verstehen) sang pengarang. Dilthey berpendapat bahwa untuk memahami sebuah teks, kita perlu memahami konteks sejarah dan budaya di mana teks itu ditulis, serta pengalaman hidup yang melatarbelakanginya. Sementara Teori penafsiran alternatif Fazlur Rahman, yang dikenal sebagai "Double Movement," merupakan pendekatan hermeneutika yang menekankan pemahaman Al-Quran melalui dua gerakan atau langkah: pertama, memahami konteks historis dan sosio-budaya ayat-ayat Al-Quran, dan kedua, mengaitkannya dengan konteks sosial, politik, dan ekonomi masa kini
Copyrights © 2025