M Adriani Yulizar
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AMBISI DAN KARAKTER PEMIMPIN MENURUT AL-QURAN DAN HADIST M Adriani Yulizar
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2024): March Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i2.916

Abstract

Larangan Nabi Saw untuk meminta jabatan, karena jabatan adalah amanah yang sangat besar, ketika jabatan didapatkan dengan cara-cara yang ambisius maka semua perkara jabatan tersebut dipikulkan kepadanya, dan ketika jabatan itu diminta kepada seseorang, maka Allah Swt dan manusia akan menolongnya. Tidak ada larangan untuk mendapatkan jabatan, tetapi dengan memperhatikan a) memiliki kapasitas, kapabilitas, dan akseptabilitas yang memadai untuk mengemban jabatan, b) motivasi utamanya tentu semata-mata untuk mencari keridhaan Allah dan demi merealisasikan kemaslahatan publik, bukan untuk menggapai kepentingan pribadi dan atau bukan sarana untuk melakukan hal-hal yang bersifat destruktif bagi kepentingan publik. Karakter seorang pemimpin untuk menerima jabatan kepemimpinan sebagaimana dikitif dalam Surah Yusuf mengindikasi 1) Makinun yaitu Berkedudukan tinggi atau berpengaruh. 2) Amiinun yaitu Dipercaya, kepercayaan orang terhadap Nabi Allah Yusuf terlihat semenjak beliau kecil sampai beliau diangkat menjadi nabi. 3) Hafiizun, yaitu pemelihara, dalam hal ini Nabi Yusuf sangat berkemampuan dalam memelihara aset yang diberikan kepada beliau, baik itu aset pertanian, pemerintahan, ataupun harta pembendaharaan negara.4) ‘Aliimun, yaitu berpengetahuan, Nabi Yusuf memiliki pengetahuan yang sangat luas yang menjadikan beliau dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada pada negara yan beliau emban amanah darinya.
DESKRIPSI KITAB PARUKUNAN MELAYU BESAR KARYA HAJI ABDUR RASYID BANJAR M Adriani Yulizar
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 6 (2024): November Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i6.1198

Abstract

Pengarang Kitab Parukunan Melayu Besar H. Abdul Rasyid adalah ulama nusantara di abad ke 19, isi dari karangan beliau ini, terinpirasi dari Datu beliau Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Tulisan Arab Melayu yang digunakan beliau dalam kitab tersebut memudahkan masyarakat pada saat itu memahami dan mengamalkan isi kitab tersebut, tentang masalah fiqih, ketauhidan dan ihsan/akhlak. Respon terhadap persoalan yang terjadi di masa tersebut menunjukkan keilmuan dan wawasan beliau dalam merespon permasalahan yang terjadi, metode ijtihad menjawab persoalan yang muncul kala itu, ditopang dengan keilmuan yang luas dan didukung dengan rujukan kitab-kitab dan pendapat ulama terdahulu.
HERMENEUTIKA DILTHEY (Wacana Manhaj Tafsir Alternatif Fazlurrahman) M Adriani Yulizar
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 4 No. 3 (2025): Mei-Juni: Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v4i3.1270

Abstract

Hermeneutika Dilthey adalah suatu pendekatan dalam memahami teks, terutama teks sastra dan sejarah, yang menekankan pada pemahaman tentang pengalaman hidup (Erlebnis), ekspresi (Ausdruck), dan pemahaman (Verstehen) sang pengarang. Dilthey berpendapat bahwa untuk memahami sebuah teks, kita perlu memahami konteks sejarah dan budaya di mana teks itu ditulis, serta pengalaman hidup yang melatarbelakanginya. Sementara Teori penafsiran alternatif Fazlur Rahman, yang dikenal sebagai "Double Movement," merupakan pendekatan hermeneutika yang menekankan pemahaman Al-Quran melalui dua gerakan atau langkah: pertama, memahami konteks historis dan sosio-budaya ayat-ayat Al-Quran, dan kedua, mengaitkannya dengan konteks sosial, politik, dan ekonomi masa kini