This study aims to analyze parking governance management through the Banyumas Parking Management System (SIMPAS) application in Purwokerto City. The study is motivated by problems in conventional parking management, including revenue leakage, weak supervision, inconsistent parking fees, and limited transparency. A qualitative method with a descriptive approach was employed, involving thirteen informants consisting of the Head of the Parking Division of the Banyumas Transportation Agency, SIMPAS operators, parking coordinators, parking attendants, and service users, selected through purposive and random sampling. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using George R. Terry's management theory comprising Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen tata kelola parkir berbasis aplikasi Sistem Manajemen Parkir Banyumas (SIMPAS) di Kota Purwokerto. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan parkir konvensional, seperti kebocoran retribusi, lemahnya pengawasan, ketidaksesuaian tarif, serta rendahnya transparansi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan tiga belas informan yang terdiri atas Kepala Seksi Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, operator SIMPAS, koordinator parkir, juru parkir, dan masyarakat pengguna layanan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori manajemen George R. Terry yang meliputi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMPAS merupakan inovasi digital yang mendukung pengelolaan parkir lebih transparan dan akuntabel serta berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan retribusi parkir. Namun, implementasinya belum optimal karena masih terdapat fitur yang belum terealisasi, rendahnya sosialisasi kepada masyarakat dan juru parkir, belum adanya struktur pengelola yang jelas, serta keterbatasan mekanisme pengawasan dan pengendalian sistem. Penelitian menyimpulkan bahwa SIMPAS memiliki potensi besar dalam meningkatkan tata kelola parkir di Kabupaten Banyumas, tetapi memerlukan penguatan kelembagaan, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan strategi sosialisasi yang lebih efektif untuk mendukung implementasi yang berkelanjutan. C). The findings indicate that SIMPAS is a digital innovation that supports more transparent and accountable parking management while contributing to increased parking retribution revenue. However, implementation has not been fully optimized due to incomplete features, limited public outreach, the absence of a clear management structure, and insufficient monitoring and control mechanisms. The study concludes that SIMPAS has significant potential to improve parking governance in Banyumas Regency, but requires stronger institutional support, technological development, human resource capacity building, and more effective outreach strategies to ensure sustainable implementation.
Copyrights © 2026