Permasalahan mendesak terkait peningkatan timbunan sampah, terutama sampah rumah tangga yang tidak terpilah (mencapai hampir 60%), serta kerentanan ganda Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap isu lingkungan dan ketahanan pangan, menjadi dasar pemilihan topik pengabdian ini. Rendahnya literasi ekologi dan keterampilan upcycling di kalangan KPM PKH di Kelurahan Keputeraan berkorelasi langsung dengan tingginya volume sampah yang dibuang ke TPA dan minimnya inisiatif ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui empat tahap, meliputi Pre-Test, intervensi (pelatihan Upcycling dan praktik komposting organik), monitoring, dan Post-Test, dengan fokus pada tiga pilar: Literasi Ekologi, Upcycling Mandiri, dan Ketahanan Pangan. Hasil menunjukkan pencapaian yang signifikan: rata-rata skor Literasi Ekologi meningkat dari 34,5% menjadi 85,3%; keterampilan Upcycling mencapai rata-rata skor 4.5; serta terjadi pengurangan sampah yang dibuang ke TPA sebesar 35,8%. Selain itu, 82% KPM PKH berhasil mengolah sampah organik menjadi pupuk dan menanam sayuran, menciptakan kemandirian pangan mikro. Kesimpulannya, integrasi Literasi Ekologi dan Upcycling adalah strategi yang sangat efektif dan terbukti mampu mentransformasi sampah menjadi sumber daya ekonomi dan modal gratis untuk peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat rumah tangga
Copyrights © 2026