Permasalahan pengelolaan sampah di Kelurahan Kabuti, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada kesehatan lingkungan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, dan degradasi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui penerapan teknologi insinerator drum anti asap sebagai pendekatan preventif kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dengan survei lokasi dan koordinasi dengan pihak kelurahan, tahap pelaksanaan melalui sosialisasi dan demonstrasi penggunaan insinerator drum, serta tahap evaluasi untuk mengukur efektivitas program. Kegiatan berlangsung selama dua hari pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan dosen pembimbing dan mahasiswa KKN Universitas Widya Nusantara Palu sebagai tim pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari masyarakat Kelurahan Kabuti. Insinerator drum bekas yang telah dimodifikasi dengan sistem anti asap terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah tanpa menimbulkan polusi udara. Evaluasi program menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya dan komitmen untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan permasalahan serupa.
Copyrights © 2026