Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, memiliki tradisi hajat desa yang masih dijalankan secara turun-temurun, namun belum terdokumentasi secara sistematis sehingga berisiko mengalami degradasi makna, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendokumentasikan tradisi Hajat Mulud, Hajat Lembur, dan Hajat Makam melalui penyusunan buku budaya berbasis pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi partisipatif, pengembangan dan validasi prototipe buku, serta uji efektivitas menggunakan desain one-group pretest–posttest terhadap 10 warga berusia 18–21 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman warga sebesar 66 skor dari total 100 skor atau 66% dari skor maksimal. setelah intervensi buku budaya. Buku yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai arsip tertulis, tetapi juga sebagai media literasi budaya yang meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap makna simbolik dan tahapan ritual. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya literasi budaya warga serta tersedianya dokumen resmi desa yang dapat digunakan sebagai referensi edukasi dan pelestarian kearifan lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026