Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Upaya pengendalian tekanan darah melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional yang perlu dikembangkan sebagai alternatif terapi komplementer. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kayu secang (Caesalpinia sappan), serai (Cymbopogon citratus), dan kunyit (Curcuma longa) sebagai alternatif terapi dari bahan alami herbal penurun tekanan darah tinggi pada Masyarakat Desa Ciwaruga RW 20. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui edukasi Kesehatan, pemeriksaan Kesehatan, formulasi minuman herbal, serta uji coba konsumsi terbatas pada Masyarakat dengan riwayat hipertensi. Responden yang dilakukan skrining yaitu 40 orang, jumlah pasien uji konsumsi 17 orang, dan durasi intervensi pengobatan 5 hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 10–15 mmHg dan diastolik 5–8 mmHg pada sebagian besar responden, disertai peningkatan pengetahuan tentang penggunaan tanaman herbal. Secara ilmiah, kayu secang kaya brazilin dan flavonoid yang bersifat vasodilator, serai memiliki efek diuretik dan relaksasi otot polos pembuluh darah, sementara kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Kombinasi ketiga tanaman ini memberikan hasil penurunan tekanan darah pada pasien. Hal ini juga meningkatkan keinginan Masyarakat untuk budidaya ketiga tanaman tersebut sebagai alternatif pengobatan hipertensi.
Copyrights © 2026