Building Information Modeling (BIM) semakin banyak digunakan dalam industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi proyek. Penelitian ini menganalisis implementasi BIM pada tahap konstruksi melalui studi kasus Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 di Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada PPK, Konsultan Supervisi, dan Kontraktor. Hasil menunjukkan bahwa BIM sudah diintegrasikan dalam proyek, namun masih terdapat hambatan seperti biaya tinggi, keterbatasan SDM, dan kurangnya dukungan. Evaluasi dengan indikator kinerja (KPI) dari Ditjen Bina Marga menunjukkan proyek memenuhi kelengkapan dokumen dan regulasi. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan, fasilitas, dan kebijakan, termasuk pemanfaatan Common Data Environment (CDE) sebagai platform kolaborasi digital. Keberhasilan BIM bergantung pada kolaborasi lintas disiplin, dukungan kebijakan, dan kesiapan teknologi serta SDM.
Copyrights © 2025