Kerajinan gerabah merupakan salah satu produk budaya yang masih bertahan di Desa Oesu'u, Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Usaha gerabah yang dijalankan masyarakat setempat memiliki potensi ekonomi sekaligus berperan dalam pelestarian kearifan lokal. Namun, keberlanjutan usaha tersebut menghadapi berbagai kendala, antara lain terbatasnya variasi produk, rendahnya pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses produksi, serta pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya daya saing produk dan berkurangnya minat generasi muda untuk melanjutkan usaha gerabah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas UMKM gerabah melalui pelatihan diversifikasi produk dan pemasaran digital berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas 15 orang yang meliputi enam pengrajin aktif dan sembilan masyarakat sekitar yang merupakan anggota keluarga sekaligus calon penerus usaha gerabah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai variasi produk gerabah dari 40,0% menjadi 88,7%, pemahaman pemasaran digital dari 26,7% menjadi 84,0%, kemampuan penggunaan meja putar dari 33,3% menjadi 91,3%, serta minat menjadi penerus usaha gerabah dari 53,3% menjadi 93,3%. Program juga menghasilkan diversifikasi produk gerabah dekoratif berupa vas bunga, pot tanaman, tempat lilin, wadah perhiasan, dan suvenir gerabah dengan nilai estetika serta nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam pemanfaatan marketplace sebagai sarana pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi pelatihan diversifikasi produk dan pendampingan pemasaran digital mampu meningkatkan kapasitas UMKM gerabah, memperkuat daya saing produk, serta mendukung pelestarian kearifan lokal melalui keberlanjutan usaha kerajinan gerabah.
Copyrights © 2026