Latar belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi ketika setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu. Preeklampsia berdampak ketika ibu hamil dan melahirkan juga mengakibatkan masalah pasca persalinan akibat disfungsi endotel di berbagai organ. Dampak jangka panjang juga dapat terjadi pada bayi yang dilahirkan dari ibu dengan preeklampsia. Tokoh adat memiliki peran penting dalam struktur sosial masyarakat terpencil, terutama dalam mempengaruhi perilaku dan norma sosial termasuk perilaku kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil dan peran tokoh adat dalam meningkatkan pengetahuan terkait preeklampsia. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode edukasi melalui penyuluhan berbasis budaya Lonto Leok dengan media drama. Sasaran kegiatan adalah 16 ibu hamil trimester I-III dan tokoh adat di Desa Cumbi. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (38,4%), сикир (50,6%), dan baik (11%). Setelah dilakukan intervensi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebesar 76,5%, cukup 23,5%, dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Kesimpulan: Edukasi berbasis budaya melalui pendekatan Lonto Leok dengan melibatkan tokoh adat efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia. Pendekatan ini dapat menjadi strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan risiko kejadian preeklampsia di masyarakat.
Copyrights © 2026