Pengelolaan keuangan yang baik merupakan faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro. Namun, sebagian pelaku usaha di Kabupaten Sumenep masih belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis sehingga mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan usahanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro dalam menyusun buku kas sederhana melalui pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan empat pelaku usaha mikro, dengan setiap mitra memperoleh pendampingan secara langsung oleh satu mahasiswa sesuai karakteristik usahanya. Pendampingan dilakukan melalui praktik pencatatan transaksi harian menggunakan buku kas sederhana, pemberian contoh pengisian buku kas, serta umpan balik terhadap hasil pencatatan mitra. Seluruh pelaku usaha berpartisipasi aktif selama kegiatan dan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun buku kas sederhana. Setelah pendampingan, seluruh mitra mampu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara mandiri, menghitung saldo usaha, serta mulai memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendampingan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dalam pencatatan keuangan, tetapi juga membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan sistematis. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan pada pelaku usaha mikro lainnya untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026