Kurangnya pemahaman masyarakat Kecamatan Parang tentang arti logo kemasan obat membuat mereka menggunakan obat secara tidak rasional. Ini termasuk membeli obat keras tanpa resep dokter, yang berisiko menyebabkan keracunan dan resistensi antibiotik. Kader kesehatan memainkan peran penting dalam mendorong masyarakat, tetapi mereka perlu peningkatan kemampuan terkait isu kesehatan terbaru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang penggolongan logo obat dan cara pengelolaan obat yang benar melalui prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini mencakup ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi visual dengan simulasi memilah contoh kemasan obat. Evaluasi tingkat pemahaman peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 47,7 (pretest) menjadi 90,4 (posttest), dengan nilai tertinggi mencapai 100 dan terendah 70. Peningkatan pemahaman yang signifikan ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan yang diberikan. Dengan demikian, kader kesehatan diharapkan dapat berperan sebagai agen edukasi kesehatan yang menyebarluaskan informasi mengenai penggunaan obat yang rasional kepada masyarakat di wilayah kerjanya, sehingga risiko kesalahan penggunaan obat di tingkat rumah tangga dapat diminimalkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026