Pengelolaan sistem penerimaan kas yang lemah pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap menjadi penyebab utama ketidakefisienan pencatatan keuangan dan lemahnya pengendalian internal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada UMKM Toko WK yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, melalui analisis sistem penerimaan kas yang berjalan, identifikasi kelemahan pengendalian internal, serta penyusunan rekomendasi perbaikan. Kegiatan melibatkan satu orang pemilik dan empat orang karyawan sebagai sasaran pendampingan. Toko WK mengoperasikan dua unit usaha dalam satu gedung, yaitu unit penjualan barang dan unit kuliner warung bakso. Metode pelaksanaan program ini meliputi observasi langsung terhadap alur transaksi, wawancara dengan pihak terkait, dan analisis dokumen keuangan. Hasil kegiatan mengidentifikasi lima kelemahan utama pada sistem penerimaan kas mitra, yaitu adanya rangkap jabatan kasir, ketiadaan struk bukti transaksi pada unit kuliner bakso, pencatatan manual yang belum terstandarisasi, ketidakkonsistenan petugas yang bertanggung jawab menghitung kas fisik harian, serta belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) tertulis. Rekomendasi perbaikan meliputi penyusunan SOP penerimaan kas, pemisahan fungsi kasir antarunit, serta pemanfaatan pencatatan kas digital. Rekomendasi tersebut belum diterapkan secara langsung, tetapi pemilik menyatakan bersedia mempertimbangkan penerapannya sebagai tindak lanjut kegiatan pendampingan.
Copyrights © 2026