Perpustakaan Balai RW 7 Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, memiliki koleksi buku dan fasilitas belajar yang memadai, namun pemanfaatannya sebagai ruang literasi anak belum optimal terutama pada masa liburan sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang literasi anak melalui strategi komunikasi partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dilaksanakan oleh enam mahasiswa KKN selama 40 hari. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan Program 3B (Belajar, Berkreasi, dan Bermain), pendampingan media sosial perpustakaan, serta evaluasi melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata 25-30 anak berpartisipasi aktif pada setiap pertemuan, meningkatnya antusiasme anak terhadap kegiatan literasi, serta berubahnya perpustakaan yang sebelumnya kurang optimal menjadi ruang belajar dan bermain yang lebih hidup. Keberlanjutan program didukung oleh keterlibatan pengurus perpustakaan, ketua RW dan warga setempat sehingga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang literasi anak yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026