Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan upaya pencegahan berbasis keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencegahan stunting melalui Metode Pangan Desa BERSINAR, yaitu pemanfaatan pangan lokal dengan hasil yang BERagam, SIap saji, memiliki NilAi gizi, dan Ramah anak. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman melalui sosialisasi dan edukasi, pelatihan deteksi dini serta pemantauan pertumbuhan balita, pelatihan pengolahan pangan lokal, serta pelatihan pengemasan dan branding produk. Bahan pangan lokal seperti singkong dan pisang diolah menjadi produk pangan bergizi berupa stik kulit singkong dan banana cookies. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 61 menjadi 87 pada post-test atau meningkat sebesar 42,6%. Kader juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan pangan lokal, pemantauan pertumbuhan balita, pengemasan dan branding produk, serta kesiapan berperan sebagai edukator dan pendamping keluarga dalam pencegahan stunting. Metode Pangan Desa BERSINAR dapat menjadi pendekatan pemberdayaan kader yang inovatif dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026