Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan AERIS (Air Environment Real-time Intelligent Sensor) sebagai sistem pemantauan kualitas udara bagi Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Sidokelar, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. AERIS ditempatkan di area semi-outdoor Pendopo Balai Desa Sidokelar untuk memberikan informasi suhu, kelembapan, PM2.5, dan indikator gas secara langsung. Kegiatan melibatkan Pemerintah Desa Sidokelar dalam mendukung penempatan dan pemanfaatan sistem sebagai sarana informasi lingkungan. Data hasil pemantauan ditampilkan melalui LCD dan platform Blynk serta disimpan secara historis pada ThingSpeak. Sebanyak 405 rekaman sensor selama periode 2–12 Agustus 2026 dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan rata-rata suhu 30,49 °C, kelembapan 76,06%, PM2.5 sebesar 31,43 µg/m³, dan indeks gas relatif 97,49. Sebanyak 88,40% rekaman berada pada level kualitas udara 1–2, sedangkan 11,60% berada pada level 3–5. Penerapan AERIS memberikan manfaat bagi mitra berupa tersedianya media pemantauan kualitas udara secara langsung, akses pemantauan jarak jauh, dan arsip data historis sebagai bahan informasi serta evaluasi kondisi lingkungan desa. Keterbatasan kontinuitas data dan anomali pembacaan menunjukkan perlunya pengembangan dan kalibrasi sistem lebih lanjut.
Copyrights © 2026