Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila dibuang atau digunakan secara berulang tanpa pengelolaan, namun pengetahuan warga mengenai risiko tersebut, termasuk pada ibu-ibu TP-PKK Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali pemahaman dan keterampilan anggota TP-PKK dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun melalui pendekatan sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di Balai Desa Toapaya Selatan, diikuti oleh 49 peserta yang terdiri atas 29 anggota TP-PKK sebagai sasaran utama dan 20 mahasiswa KKN sebagai fasilitator. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi dampak minyak jelantah, demonstrasi, serta praktik pembuatan sabun padat berbasis saponifikasi NaOH melalui sembilan tahap, mulai dari penjernihan hingga curing selama 3–4 minggu. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan kemampuan peserta menyelesaikan tahapan praktik. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan sabun dengan pendampingan serta menunjukkan partisipasi aktif selama sosialisasi dan praktik. Kegiatan ini membekali TP-PKK Desa Toapaya Selatan dengan pengetahuan dan keterampilan awal untuk mengelola minyak jelantah secara mandiri, meskipun keberlanjutannya masih memerlukan pendampingan lanjutan dan dukungan kelembagaan PKK setempat.
Copyrights © 2026