Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang berisiko terjadi pada pekerja dengan aktivitas fisik berat dan postur kerja tidak ergonomis, termasuk pekerja pertambangan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan kerja dan memperkenalkan upaya promotif dan preventif untuk mengurangi risiko LBP pada pekerja PT X. Metode meliputi observasi aktivitas dan postur kerja, wawancara, penilaian postur menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), penentuan prioritas menggunakan Urgency, Seriousness, Growth (USG), dan analisis penyebab menggunakan Fishbone Diagram. Hasil identifikasi menunjukkan LBP sebagai prioritas utama dengan skor USG 41. Wawancara terhadap 10 pekerja menunjukkan adanya keluhan nyeri pinggang saat dan setelah bekerja, sementara 9 pekerja belum mengetahui informasi mengenai LBP dan stretching. Penilaian REBA pada 3 pekerja memperoleh skor 10, 11, dan 12 yang menunjukkan risiko ergonomi tinggi hingga sangat tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan uji coba Work Stretch 3S Program pada 27 pekerja Safety. Hasil wawancara sebelum dan sesudah uji coba menunjukkan adanya pengurangan keluhan nyeri pinggang yang dilaporkan pekerja Safety. Selain itu, 88,9% pekerja menyatakan bahwa stretching membantu mengurangi keluhan nyeri pinggang. Work Stretch 3S Program diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif upaya promotif dan preventif serta referensi bagi perusahaan dalam mempertimbangkan pencegahan LBP sesuai kondisi kerja dan kebutuhan pekerja.
Copyrights © 2026