Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dipengaruhi oleh optimalisasi peran tenaga administrasi dan manajemen dalam mendukung proses pelayanan. Hasil pengamatan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda menunjukkan adanya beberapa kondisi yang berpotensi memengaruhi mutu pelayanan, terutama berkaitan dengan komunikasi, beban kerja, monitoring dan evaluasi, dokumentasi, serta lingkungan kerja. Kegiatan magang dilaksanakan pada 16 Februari–14 Maret 2026 melalui pengamatan langsung dan diskusi dengan pihak rumah sakit. Identifikasi dan analisis masalah dilakukan menggunakan metode fishbone dengan mengelompokkan faktor penyebab berdasarkan aspek man, method, material, dan environment. Selanjutnya, prioritas alternatif pemecahan masalah ditentukan menggunakan matriks REINKS dan disusun dalam bentuk Plan of Action (POA). Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal tenaga administrasi dan manajemen belum optimal, beban kerja relatif tinggi, sistem monitoring dan evaluasi belum maksimal, dokumentasi pelayanan belum sistematis, penyampaian informasi prosedur pelayanan belum optimal, serta terdapat kondisi lingkungan kerja yang sibuk dan bertekanan. Berdasarkan matriks REINKS, peningkatan sistem monitoring dan evaluasi pelayanan secara rutin menjadi prioritas utama dengan skor 24. Kesimpulan: Optimalisasi mutu pelayanan dapat dilakukan melalui penguatan monitoring dan evaluasi secara berkala, pelatihan komunikasi efektif, perbaikan dokumentasi pelayanan, pengelolaan beban kerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Implementasi upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Copyrights © 2026