IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)

FORMULASI SEDIAAN NAIL POLISH PEEL OFF DAN UJI ANTIJAMUR EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) TERHADAP Candida albicans

Arina Al Haq (Universitas Muhammadiyah Kudus)
Hasriyani Hasriyani (Universitas Muhammadiyah Kudus)
Bintari Tri Sukoharjanti (Universitas Muhammadiyah Kudus)
Ratna Dewi Isnaini (Universitas Muhammadiyah Kudus)



Article Info

Publish Date
11 Sep 2026

Abstract

Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang salah satu penyebabnya adalah Candida albicans. Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung fenol, flavonoid, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antijamur dan karakteristik fisik nail polish peel off bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus pada bulan Februari–Maret 2026. Sampel berupa 1.000 gram serbuk simplisia dari 4 kg bunga kembang sepatu merah dengan kriteria inklusi bunga segar, tidak rusak, dan bebas pestisida. Variabel independen penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak bunga kembang sepatu dan variabel dependen meliputi aktivitas antijamur serta karakteristik fisik sediaan. Formulasi terdiri atas F1 (25%), F2 (30%), dan F3 (35%), dengan F0 sebagai kontrol negatif serta ketokonazol krim sebagai kontrol positif. Aktivitas antijamur diuji menggunakan metode difusi sumuran, sedangkan karakteristik fisik dievaluasi melalui pengujian organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu kering, dan viskositas. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, One Way ANOVA, dan Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi memenuhi persyaratan karakteristik fisik nail polish peel off. Diameter zona hambat F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 5,06 mm, 5,93 mm, dan 5,98 mm yang termasuk kategori sedang, sedangkan kontrol positif sebesar 12,15 mm termasuk kategori kuat dan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Formulasi F3 (35%) menghasilkan daya hambat terbesar, namun tidak berbeda signifikan secara statistik. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan sediaan dengan konsentrasi ekstrak lebih tinggi serta melakukan uji stabilitas, iritasi, dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM).

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

IJF

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Focus and Scope pada IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) antara lain: 1. Biologi Farmasi/Farmasi Bahan Alam 2. Farmakologi 3. Farmasi Klinis 4. Teknologi Farmasi 5. Kimia Farmasi 6. Manajemen Farmasi 7. Farmasi ...