Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Herba Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli L.) terhadap Penyembuhan Luka Sayat Tikus (Wistar) Bintari Tri Sukoharjanti; Eko Retnowati; Nurul Huda; Devi Ayu Alami
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getah Euphorbia tirucalli L. mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid, terpenoid, glikosida, inganen, euphol, sterol, α-euphorbol, taraxasterol, tirucallol. Flavonoid dan tanin, bermanfaat untuk penanganan luka terbuka. Penelitian ini menggunakan design eksperimental laboratorium dengan tujuan untuk meneliti pengaruh dari sediaan krim ekstrak etanol Batang Patah Tulang terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus jantan putih (wistar), menggunakan pendekatan pretest postest one group design. Populasi dalam penelitian ini menggunakan 30 tikus, jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 tikus dibagi dalam 5 kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Federer. Metode uji yang digunakan yaitu uji Shapiro Wilk, uji Test of Homogeneity of Variances dan uji One Way Anova. Pada penelitian ini menggunakan ekstrak etanol 10% waktu penyembuhan 11 hari, ekstrak 20% selama 9 hari, ekstrak 30% dan kontrol positif selama 7 hari dan pada kontrol negative paling lama yaitu 12 hari. Dari hasil uji yang diperoleh krim ekstrak etanol Herba Patah Tulang mempengaruhi waktu penyembuhan luka sayat pada tikus jantan putih.
PEMANFAATAN URBAN FARMING TOGA DAN PENGELOLAAN MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA Muhammad Nurul Fadel; Intan Adevia Rosnarita; Bintari Tri Sukoharjanti; Riana Putri Rahmawati; Muhamad Khudzaifi; Emma Jayanti Besan; Hasriyani Hasriyani; Galih Kurniawan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2420

Abstract

Urban farming merupakan dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan semakin langkanya lahan pertanian di kota-kota besar. Penggunaan obat tradisional untuk pengobatan di masyarakat terus meningkat dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu inisiatif penggunaan obat tradisional adalah TOGA (tanaman obat keluarga) dengan memanfaatkan lahan yang ada sebagai urban farming. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kegunaan TOGA dalam kehidupan sehari-hari serta pemanfaatan urban farming. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui edukasi dan diskusi tentang cara meningkatkan pengalaman dan pengetahuan masyarakat dalam penerapan urban farming TOGA, baik dalam penanaman maupun pemanfaatannya serta diskusi mengenai pentingnya pemanfaatan bahan alam dan TOGA sebagai alternatif pilihan pengobatan untuk minor ilness. Hasil pengabdian ini dapat meningkatkan produktivitas dan keberdayaan warga terhadap pemanfaatan urban farming terutama tanaman obat keluarga (TOGA) dan juga meningkatkan empati serta kepedulian apoteker dan tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi dan swamedikasi tanaman obat.
Uji Efektivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Dan Daun Pepaya (Carica Papaya L. ) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Tassya Yanurifsa Ameilia; Hasriyani Hasriyani; Bintari Tri Sukoharjanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.992

Abstract

Obat tradisional dianggap memiliki efek samping yang lebih kecil daripada obat kimia. Daun pepaya dan kulit jeruk manis dianggap berguna sebagai alternatif pengobatan bakteri. Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung tannin, papain, alkaloid, dehidrokarpain, pesedokarpain, flavonol, dan benzilglukosinolat. Kulit jeruk manis, atau Citrus sinensis, juga mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin, dan steroid. Penggunaan keduanya dipercaya dapat meningkatkan efek antibakteri, yang berarti bahwa mereka dapat menghambat perkembangan bakteri jauh lebih kuat daripada penggunaan ekstrak tunggal. Antibakteri adalah obat yang dipergunakan untuk membunuh dan mengobati bakteri, seperti Staphylococcus aureus. Bakteri gram-positif Staphylococcus aureus terdiri dari kelompok yang biasa disebut "anggur" dan memiliki bentuk seperti kokus. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas daya hambat pada kombinasi ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dan daun pepaya (Carica papaya L.) menggunakan konsentrasi F1 25%:75%, F2 50%:50%, dan F3 75%:25% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pengekstrakan dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut dan metode pengujian bakteri yang digunakan yaitu difus cakram dengan media agar TSA. Kontrol positif yang digunakan sebagai pembanding yaitu kloramfenikol sedangkan kontrol negatif dimetil sulfoksida (DMSO) 10%.
Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Mencit Jantan (Mus muscullus) Dengan Metode Natatory Exhaustion Riska Ardiana Rengganis; Hasriyani Hasriyani; Bintari Tri Sukoharjanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1004

Abstract

Tonikum merupakan campuran berbagai zat yang dapat memperkuat tubuh atau memberikan tambahan energi, yang mekanismenya berkaitan dengan stimulasi sistem saraf pusat (SSP). Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai tonikum adalah daun pepaya (Carica papaya L.), karena mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang diketahui dapat mendukung efek tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan dosis optimal pemberian EEDP terhadap efek tonikum pada mencit jantan. Pemberian dilakukan secara oral dengan hewan uji sebanyak 25 ekor yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok terdiri atas kontrol negatif yang diberikan Na-CMC 0,5%, kontrol positif dengan kafein 100 mg/KgBB, serta tiga kelompok perlakuan yang menerima EEDP dengan dosis 400 mg/KgBB, 600 mg/KgBB, dan 800 mg/KgBB. Efektivitas tonikum diuji melalui metode kelelahan renang (natatory exhaustion), dengan parameter yang dinilai adalah perbedaan waktu kelelahan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok. Uji lanjutan dengan metode Duncan memperlihatkan bahwa ekstrak daun pepaya menunjukkan peningkatan efek tonikum seiring dengan peningkatan dosis, dan dosis paling optimal ditemukan pada kelompok yang menerima EEDP 800 mg/KgBB.
Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Terhadap Mencit Jantan Yang Di Induksi Oleum Ricini Ayu Sri Lestari; Muhammad Nurul Fadel; Bintari Tri Sukoharjanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2377

Abstract

Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat. Aksi farmakologis senyawa tersebut bervariasi dan mencakup kualitas antibakteri, antioksidan, antikanker, dan antidiabetes. Flavonoid, alkaloid, tanin, dan polifenol adalah beberapa komponen kimia yang diketahui terdapat dalam ekstrak daun pandan wangi. Beberapa di antaranya, seperti flavonoid dan tanin, memiliki sifat antidiare. Dalam penelitian ini, mencit yang diberikan minyak jarak (Oleum ricini) digunakan untuk menguji efek antidiare dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi. Metode penelitian ini menggunakan studi eksperimental. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun pandan wangi dengan dosis 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 1200 mg/kgBB mempunyai efek sebagai antidiare dalam penurunan konsistensi feses, frekuensi dan lama terjadinya diare pada mencit. Pada pengujian aktivitas antidiare ekstrak etanol 96% daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) memiliki aktivitas antidiare terhadap mencit, dengan dosis yang efektif sebagai antidiare adalah dosis 1200 mg/kgBB.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Propionibakterium Acnes Ekstrak Kulit Semangka (Citrullus Lanatus) Pada Sediaan Toner Wajah Intan Meila Putri Pertiwi; Hasriyani Hasriyani; Bintari Tri Sukoharjanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3143

Abstract

Kulit dikenal sebagai organ terluar yang membentuk tubuh manusia, menutupi seluruh permukaan dengan posisinya yang paling luar. Karena letaknya yang demikian, kulit menjadi lapisan pertama yang menerima berbagai rangsangan, kini membuat kulit rentan terhadap berbagai penyakit. Salah satu masalah yang umum terjadi pada kulit wajah adalah timbulnya jerawat. Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi dan sering disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan toner wajah berbahan dasar ekstrak kulit semangka merah serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, diformulasikan dalam tiga konsentrasi yaitu 5%, 10%, dan 15% dan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan toner. Formula dengan konsentrasi 15% menunjukkan efektivitas antibakteri tertinggi dengan rata-rata zona hambat 7 mm. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak kulit semangka merah dapat digunakan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan toner wajah untuk membantu mengatasi jerawat.
Pengaruh Basis Campuran Beeswax Dan Carnauba Wax Terhadap Sifat Fisik Dan Kadar SPF Pada Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Buah Murbei (Morus Alba L.) Nanda Arum Widya Warapsari; Hasriyani Hasriyani; Bintari Tri Sukoharjanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3351

Abstract

Bibir merupakan area spesifik pada kulit yang membutuhkan pelembab yang memadai. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan produk yang dirancang untuk melindungi dan menjaga kesehatan bibir dari paparan sinar matahari, termasuk tabir surya atau bentuk perlindungan matahari lainnya. Sinar ultraviolet (UV) bertindak sebagai radikal bebas yang berkontribusi terhadap pigmentasi kulit bibir, yang mengakibatkan bibir menjadi gelap dan pecah-pecah. Penggunaan tabir surya dalam bentuk Lip balm dapat secara efektif mencegah pigmentasi bibir. Antosianin yang ada dalam buah murbei dapat berfungsi sebagai pewarna merah keunguan alami, yang dipengaruhi oleh formulasi spesifik ekstrak buah murbei yang digunakan. Karakteristik ini bermanfaat karena sifat antioksidannya dan kemampuannya untuk menangkal radikal bebas. Lip balm berfungsi sebagai produk kosmetik yang dirancang untuk mengurangi kekeringan dan melindungi bibir dari paparan radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti formulasi ekstrak buah murbei sebagai sediaan Lip balm. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik formulasi Lip balm yang menggunakan basis carnauba wax pada konsentrasi 15%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Selain itu, penelitian ini juga menilai apakah formula Lip balm tersebut menunjukkan aktivitas sebagai faktor perlindungan matahari (SPF). Metode penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan menggunakan desain One way Anova satu arah. Formulasi ekstrak buah murbei melibatkan pembuatan empat formula yang berbeda, diikuti dengan proses evaluasi yang komprehensif. Hal ini termasuk melakukan uji organoleptik, menilai homogenitas, mengukur tingkat pH, menguji daya oles, dan mengevaluasi aktivitas SPF.