Daun kelor (Moringa olefera) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan kosmetik topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan sleeping mask kombinasi ekstrak daun kelor dan madu serta mengetahui keamanan sediaan melalui uji iritasi. Ekstrak daun kelor diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan diformulasikan menjadi empat formula, yaitu F0 (ekstrak 0% dan madu 0%), F1 (ekstrak 1% dan madu 5%), F2 (ekstrak 3% dan madu 3%) F3 (ekstrak 5% dan madu 1%). Variasi formula dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi kedua bahan aktif terhadap karakteristik fisik sediaan. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi pada hamster jenis Syrian. Hasil penelitian menunjukkan kadar air simplisia sebesar 4,30% dan rendemen ekstrak sebesar 11,46%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Seluruh formula memenuhi persyaratan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan daya lekat, sedangkan F2 tidak memenuhi syarat daya sebar. F1 merupakan formula paling optimal berdasarkan hasil evaluasi fisik sediaan. Hasil uji iritasi menunjukkan seluruh formula tidak menimbulkan eritema maupun edema dengan skor iritasi 0. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak daun kelor dan madu berpotensi dikembangkan sebagai sediaan sleeping mask dengan karakteristik fisik yang baik dan aman digunakan.
Copyrights © 2025