Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola konsumsi konten keagamaan di media sosial, mengkaji bentuk dan pelaksanaan tradisi keagamaan, serta menganalisis implikasinya terhadap dinamika praktik keagamaan masyarakat Desa Masbagik Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Kemudian untuk mengecek keabsahaan data digunakan teknik Triangulasi, Persistent Observation, dan Member Check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sumber tambahan pengetahuan agama melalui ceramah, kajian, nasehat, dan informasi keagamaan, dengan pola konsumsi yang aktif, beragam, dan selektif. Meskipun memperoleh berbagai pemahaman melalui media digital, masyarakat tetap mempertahankan tradisi seperti pengajian, doa bersama, dzikir, pembacaan Al-Qur’an, dan peringatan hari besar Islam. Konsumsi konten digital lebih banyak mendorong perubahan dalam cara memahami, membandingkan, dan mendiskusikan tradisi daripada menghilangkannya. Dengan demikian, media sosial berperan dalam membentuk dinamika keberagamaan melalui proses adaptasi antara pengetahuan digital dan tradisi keagamaan lokal.
Copyrights © 2026