Relasi agama dan budaya merupakan aspek penting dalam memahami praktik pendidikan keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah. Pendidikan agama tidak berlangsung dalam ruang sosial yang terpisah, tetapi berinteraksi dengan nilai, tradisi, bahasa, simbol, ritual, dan identitas budaya masyarakat. Dalam konteks Kalimantan Tengah, Hindu Kaharingan memperlihatkan hubungan erat antara ajaran keagamaan dan budaya Dayak, khususnya Dayak Ngaju. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk relasi agama dan budaya dalam praktik pendidikan keagamaan Hindu serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas, karakter, dan keberlanjutan budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data bersumber dari buku, artikel jurnal, dokumen akademik, dan hasil penelitian mengenai Hindu Kaharingan, pendidikan agama Hindu, budaya Dayak, serta kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa relasi agama dan budaya terwujud melalui empat bentuk utama, yaitu integrasi ajaran Hindu dengan kearifan lokal Kaharingan, pemanfaatan ritual dan tradisi sebagai sumber belajar, penggunaan bahasa dan simbol budaya dalam pembelajaran, serta pendidikan agama sebagai sarana pelestarian identitas dan pembentukan karakter. Pendidikan keagamaan Hindu tidak hanya mentransmisikan pengetahuan agama, tetapi juga memperkuat nilai budaya dan identitas masyarakat. Karena itu, pendidikan Hindu perlu menyeimbangkan universalitas ajaran dengan kekhasan budaya lokal.
Copyrights © 2026